Wednesday, June 29, 2011

23. AUDIT ATAS SALDO KAS

1. Jenis-jenis akun kas

a. Akun kas umum

b. Akun gaji impres → dibentuk untuk melakukan pembayaran gaji dan upah

c. Akun bank cadangan → serupa dengan akun kas umum, namun pada tingkat cabang

d. Dana kas kecil impres → digunakan untuk pengeluaran tunai yang nilainya kecil

e. Setara kas → bersifat investasi jangka pendek, siap dikonversi menjadi kas dalam jangka pendek, dan tidak ada resiko perubahan nilai/bunga yang signifikan

2. Kecurangan/penyelewengan kas

a. Lapping, yaitu proses penggelapan kas oleh pemegang kas dengan melakukan pinjaman tanpa persetujuan pejabat ybs dengan mengundur pencatatan penerimaan kas

Unsur:

1) penerimaan kas tidak dicatat

2) penerimaan yang tidak dicatat diambil pemegang kas

3) gali lubang tutup lubang à diisi kembali setelah ada penerimaan berikutnya

b. Kitting, bentuk window dressing dengan tujuan menutup kekurangan kas

cara: menarik cek dari rekening perusahaan pada suatu bank sebelum terjadi kliring, dan menyetorkannya ke bank lain, biasa dilakukan akhir bulan. à kedua rekening menunjukkan saldo yang lebih besar.

3. Metodologi audit kas akhir tahun

a. Tentukan materialitas dan tetapkan AAR dan IR untuk kas di bank

b. Tetapkan CR untuk kas di bank

c. Rancang dan laksanakan pengujian substatif atas transaksi dan prosedur analitis untuk beberapa siklus

d. Rancang dan laksanakan prosedur analitis untuk kas di bank

e. Rancang pengujian rinci atas saldo kas

4. Faktor yang mempengaruhi audit kas akhir

a. Walau saldo kas tidak terlalu besar, namun jumlah mutasinya umumnya lebih besar dari akun lainnya

b. Kas adalah aset yang paling rawan dicuri

5. PENGENDALIAN INTERNAL

a. Pengendalian atas siklus transaksi yang mempengaruhi penerimaan dan pengeluran kas

b. Rekonsiliasi bank yang independen

6. PROSEDUR ANALITIS

a. Membandingkan saldo akhir pada rekonsiliasi bank, setoran dalam perjalanan, cek-cek yang masih beredar, dan pos-pos rekonsiliasi lainnya dengan tahun sebelumnya.

b. Membandingkan saldo kas dengan bulan sebelumnya

7. PROSEDUR AUDIT SALDO KAS AKHIR TAHUN.

a. Penerimaan konfirmasi bank à secara langsung

b. Penerimaan suatu Rekening koran bank pada titik pisah batas

Tujuan: untuk memverifikasi pos rekonsiliasi bank klien akhir tahun dengan bahan bukti yang tidak dapat diakses oleh klien.

Pelaksanaan pembuktian dalam bulan sesudah tanggal neraca dengan cara :

1) Menjumlah semua cancelled check, memo debit, setoran & memo kredit

2) Mencek utk melihat bhw laporan bank akan seimbang jk dilakukan penjumlahan ke bawah

3) Menelaah pos dalam penjumlahan untuk memastikan bhw semuanya telah dibatalkan bank dalam periode yang sesuai & tidak mengadakan penghapusan2 atau pengubahan2.

c. Pengujian atas rekonsiliasi bank

Tujuan: untuk memverifikasi apakah saldo bank klien yang tercatat berjumlah sama dengan kas sebenarnya yang ada di bank kec untuk setoran dalam perjalanan. cek yang beredar, & pos penyesuaian lainnya. Dalam pengujian rekonsiliasi, rekening koran bank pisah batas menyediakan info untuk pelaksanaan tes.

1) Verifikasi perhitungan matematis rekonsiliasi bank

2) Telusuri saldo rekening koran/konfirmasi bank pisah batas menurut bank pada rekonsiliasi bank;

3) Telusuri cek yang termasuk dalam laporan bank pisah batas thd daftar cek yang beredar pada rekonsiliasi bank & thd buku pengeluaran kas.

4) Selidiki semua cek dengan jumlah yang signifikan yang termasuk dalam daftar cek yang beredar yang blm dikliring pada laporan pisah batas.

5) Telusuri setoran dalam perjalanan s/d laporan berikutnya. Seluruh penerimaan kas yang blm disetorkan ke bank pada akhir tahun harus ditelusuri ke laporan pisah batas untuk meyakinkan bahwa semuanya disetorkan segera setelah awal tahun baru.

6) Hitung semua pos rekonsiliasi lainnya dalam rekening koran bank & rekonsiliasi bank.

8. Prosedur Berorientasi Fraud

  1. Pengujian yang diperluas atas rekonsiliasi bank

Yakni untuk memverifikasi apakah semua transaksi yang dimasukkan dalam buku untuk bulan terakhir tahun ybs telah dimasukkan/dikeluarkan dari rekonsiliasi bank & untuk memverifikasi apakah semua pos pada rekonsilasi bank telah dimasukkan dengan benar.

1) Memulai dengan rekonsiliasi bank untuk bulan Nov & membandingkan seluruh pos rekonsiliasi dengan cancelled check & dokumen lain pada laporan bank bulan Des

2) Semua sisa cancelled check & slip setoran dalam laporan bank bulan Des dibandingkan dengan jurnal pengeluaran dan penerimaan kas bulan Des.

3) Semua pos yang belum selesai dalam rekonsiliasi bank bulan Nov & jurnal pengeluaran serta penerimaan bulan Des harus masuk rekonsiliasi 31 Des dari klien

4) Pos rekonsiliasi dalam rekonsiliasi 31 Des harus merupakan pos dari rekonsiliasi bank bulan Nov & jurnal Des yang blm diselesaikan oleh bank.

  1. Pembuktian kas à pembuktian kas empat kolom

1) Rekonsiliasi saldo laporan bank dengan saldo buku besar periode pembuktian kas

2) Rekonsiliasi penerimaan kas yang disetor dengan buku penerimaan kas untuk suatu periode tt

3) Rekonsiliasi cek yang dibatalkan yang diselesaikan bank dengan jurnal pengeluaran kas untuk periode tertentu

4) Rekonsiliasi saldo laporan bank dengan so buku besar pada akhir periode pembuktian kas.

Manfaatnya guna menetapkan apakah :

1) Semua penerimaan kas yang tercatat telah disetorkan

2) Semua setoran di bank dicatat dalam pembukuan

3) Semua pengeluaran kas yang tercatat dibayarkan oleh bank

4) Semua jumlah yang dibayar olehbank telah dicatat.

Pembuktian kas tidak bermanfaat untuk :

1) mengungkapkan cek yang ditulis dengan jumlah yang salah, cek yang tidak sah/kesalahan lain di mana jumlah rupiah yang tampak pada cat pengeluaran kas ternyata salah

2) Menemukan pencurian penerimaan kas /catatan & setoran jumlah kas yang tidak tepat.

c. Pengujian untuk kitting

Mencatat semua tranfer bank yang dilakukan bbrp hari sebelum & sesudah tanggal neraca & menelusuri masing-masing ke cat akunt untuk dicatat dengan semestinya.

Pertimbangan: sifat kelemahan SPI dan fraud akibatnya, materialitas potensial fraud dan prosedur yang paling efektif mencakup: konfirmasi A/R, pengujian lapping, penelahaan BUKU BESAR akun kas untuk pos Luar Biasa, penelusuran dari order pelanggan ke penjualan & penerimaan kas berikutnya, pemeriksaan persetujuan serta dokumen pendukung untuk A/R yang diragukan & return serta pengurangan penjualan.

9. AUDIT ATAS AKUN GAJI IMPRES

a. Dapat dilaksanakan dengan cepat apabila rekening gaji dan upah impres, serta rekonsiliasi yang independen atas akun gaji impres.

b. Pos yang perlu direkonsiliasi à cek-cek yang beredar

c. Dokumen yang diperlukan à rekonsiliasi bank, konfirmasi bank, laporan pisah batas

d. Prosedur penting à uji pengendalian dan uji substantif atas transaksi

10. AUDIT ATAS AKUN KAS KECIL

a. Jumlahnya tidak material namun selalu diperiksa dalam audit, karena kemungkian kecurangan dan permintaan klien.

b. Pengendalian internal à tanggung jawab pada 1 orang, penggunaan terpisah dari aktivitas lain, ada batasan jumlah, ada aturan tegas tentang penggunaannya.

Prosedur pentingà uji pengendalian, uji substantif atas transaksi

No comments:

Post a Comment