Wednesday, June 29, 2011

22. AUDIT ATAS SIKLUS PEROLEHAN DAN PEMBAYARAN KEMBALI MODAL

1. Siklus perolehan dan pembayaran kembali modal meliputi pembayaran bunga dan deviden. Perkiraan perkiraan utama dalam siklus ini meliputi wesel bayar, utang kontrak, utang hipotik, utang obligasi, beban bunga, bunga masih harus dibayar, kas di bank, modal-saham biasa, modal - saham preferan, agio modal, modal donasi, laba ditahan, apropriasi laba ditahan, saham perbendaharaan, dividen yang diumumkan, utang dividen, perusahaan perorangan-perkiraan modal, perkiraan-perkiraan modal.

2. Ciri khas siklus ini:

a. Relatif sedikit transaksinya tetapi biasanya masing-masing transaksi jumlahnya material.

b. Pengabaian suatu transaksi merupakan masalah audit utama karena satuannya umumnya material.

c. Terdapat hubungan hukum antara satuan usaha klien dari pemegang saham, obligasi atau dokumen-dokuman pemilikan yang serupa.

d. Terdapat hubungan langsung antara perkiraan bunga dan deviden dengan pinjaman dan modal.

3. Metode perancangan pengujian terinci atas saldo wesel bayar:

a. Tentukan materialitas dan tetapkan AAR dan IR untuk wesel bayar.

b. Tentukan CR untuk wesel bayar

c. Rancang dan laksanakan test of control, subtantif tes dan prosedur analitis untuk siklus perolehan dan pembayaran dan siklus penjualan dan penerimaan kas

d. Rancang dan laksanakan prosedur analitis untuk saldo wesel bayar

e. Rancang pengujian terinci atas saldo wesel bayar untuk memenuhi tujuan spesifik audit.

4. Wesel bayar adalah kewajiban hukum terhadap kreditor yang mungkin dijamin oleh akiva maupun sama sekali tidak dijamin

a. Pembahasan sekilas tentang perkiraan.

Perkiraan yang digunakan untuk wesel bayar dan bunga adalah wesel bayar, kas di bank, utang bunga, beban bunga.

b. Tujuan Audit, untuk menentukan apakah:

1) Struktur pengendalian intern terhadap wesel bayar cukup memadai

2) Transaksi telah diotorisasi secara pantas dan telah dicatat sesuai tujuan pengujian transaksi

3) Utang akibat wesel bayar dan beban bunga dan kewajiban yang masih harus dibayar yang berhubungan, telah dinyatakan dengan pantas dan sesuai tujuan pengujian terinci atas saldo

c. Pengendalian Intern

1) Otorisasi yang pantas atas penerbitan wesel baru oleh dewan direksi atau manajemen puncak

2) Pengendalian yang mencukupi atas pembayaran pokok pinjaman dan bunga sebagai bagian siklus perolehan dan pembayaran

3) Dokumen dan catatan yang pantas meliputi buku tambahan dan pengawasan terhadap wesel-wesel kosong atau telah dibayar oleh seorang petugas yang bertanggungjawab

4) Verifikasi Independen secara peridodik melalui rekonsiliasi dengan buku besar dan dibandingkan dengan catatan pemegang wesel. Beban bunga wesel juga harus dihitung kembali.

d. Pengujian atas transaksi

Meliputi peerbitan wesel bayar dan pembayaran kembali pokok pinjaman serta bunga. Pengujian harus ditekankan terhadap empat pengendalian intern yang telah dibahas di depan.

e. Prosedur analitis

Prosedur analitis disini esensial karena pengujian terinci atas beban bunga dan bunga terutang sering kali dieliminasi saat hasilnya menguntungkan. Contoh prosedur analitis untuk wesel bayar dan perkiraan bunga:

1) Hitung kembali taksiran beban bunga dn basis tingkat bunga rata-rata dan wesel bayar bulanan keseluruhan

2) Bandingkan wesel bayar outstanding dengan than sebelumnya

3) Bandingkan saldo total wesel bayar, beban bunga dan bunga terutang dengan tahun sebelumnya

f. Pengujian terinci atas saldo

Langkah awal adalah penggunaan skedul wesel bayar dan bunga terutang yang diperoleh dari klien. Skedul wesel bayar digunakan sebagai kerangka acuan prosedur pengujian terinci atas saldo.

a. Tujuan audit terinci atas saldo wesel bayar adalah:

1. kelengkapan: suluruh wesel bayar yang ada telah dicatat.

2. akurasi: penghitungan wesel bayar dan bunganya dalam skedul telah tepat

3. penyajian dan pengungkapan: wesel bayar, beban bunga, dan bunga yang terutang disajikan dan diungkapan dengan memadai

4. detail tie in: wesel bayar dalam skedul cocok dengan berkas induk

5. eksistensi: wesel bayar yang tercatat benar-benar ada

6. kewajiban: wesel bayar yang tercatat benar-benar kewajiban klien

7. cut off: wesel bayar telah dicatat pada periode yang tepat

Dari ketujuh tujuan di atas, yang terpenting adalah kelengkapan, akurasi, serta penyajian dan pengungkapan.

5. MODAL PEMILIK

  1. Tujuan Audit, menentukan apakah :

1) Struktur pengendalian intern terhadap modal dan dividen yang berkaitan mencukupi

2) Transaksi-transaksi modal telah dicatat sesuai dengan tujuan pengendalian ntern

3) Saldo-saldo modal pemilik telah dilaporkan dan diungkapkan sesuai dengan tujuan pengujian terinci atas saldo (kepemilikan tidak layak diterapkan)

  1. Pengendalian Intern

Beberapa pengendalian intern penting yang diutamakan oleh auditor:

1) Otorisasi yang pantas atas transaksi

2) Petugas dari agen pemindahan saham yang independen

Pencatatan yang pantas dan pembagian tugas

6. AUDIT ATAS MODAL SAHAM DAN PAID IN CAPITAL

a. Seluruh transaksi saham yang ada telah dicatat. Auditor dapat meminta konfirmasi mengenai transaksi-transaksi modal saham dan mengenai nilai dari transaksi-transaksi saham tersebut serta melakukan penelitian terhadap notulen rapat

b. Transaksi saham yang pentas telah diotorisasi dan dinilai dengan pantas

Kebenaran nilai transaksi saham yang dilakukan secara tunai dapat diverifikasi dengan:

1) meminta konfirmasi tentang jumlahnya kepada agen pemindah saham dan menelusuri jumlah transaksi saham yang ada ke dlam pemerimaan uang.

2) memeriksa jumlah yang dikredit ke dalam modal saham dan agio saham adalah benar dengan melihat kembali pada akte perusahaan, apakah sesuai dengan nilai pari atau nilai modal saham yang ditetapkan.

c. Modal saham dinilai dengan pantas

Pertimbangan penting dalam penilaian modal saham adalah verifikasi atas jumlah saham yang digunakan dalam menghitung laba perlembar saham. Saldo akhir dalam perkiraan modal diverifikasi mula-mula dengan menentukan jumlah saham beredar pada tanggal neraca.

d. Modal saham diungkapkan dengan pantas.

Auditor harus yakin bahwa terdapat penjelasan yang mencukupi untuk setiap golngan saham, termasuk informasi mengenai jumlah saham yang diterbitkan dan beredar dan hak khusus dari setiap jenis saham tertentu.

Sumber informasi penting dalam menentukan apakah modal saham telah diungkapkan secara memadai adalah akte pendirian perusahaan, notulen rapat dewan direksi, analisis auditor terhadap transaksi-transaksi modal.

7. AUDIT ATAS DIVIDEN

Penekanan audit adalah pada transaksinya dan bukan pada saldo akhir, kecuali jika ada utang dividen

Tujuan terpenting dari pengendalian atas dividen:

a. Dividen yang dicatat telah diotorisasi

b. dividen yang ada seluruhnya telah dicatat

c. dividen telah dinilai dengan pantas

d. dividen yang dibayarkan kepada pemegang sahan adalah absah

e. utang dividen telah dicatat

f. utang dividen telah dinilai dengan pantas.

8. AUDIT ATAS LABA YANG DITAHAN.

a. Titik awal audit atas laba ditahan adalah analisis atas laba ditahun untuk sepanjang tahun yang bersangkutan.

b. Audit atas pengkreditan laba ditahan yang berasal dari laba tahun bersangkutan dilakukan dengan menelusuri jurnal dalam laba ditahan ke dalam laba bersih pada penghitungan laba rugi.

c. Setelah auditor yakin suatu transaksi pantas diklasifikasikan transaksi laba ditahan, berikutnya harus ditentukan kebenaran nilainya.

d. Pertimbangan penting lainnya adalah menyelidiki apakah ada transaksi yang seharusnya dimasukkan tapi belum dicatat.

Hal penting dalam menentukan apakah laba ditahan diungkapkan dengan benar adalah keberadaan pembatasan-pembatasan terhadap pembayaran deviden

No comments:

Post a Comment