Wednesday, June 29, 2011

24. MENYELESAIKAN AUDIT

1. Kewajiban bersyarat adalah kemungkinan potensi kewajiban di masa mendatang kepada pihak ketiga untuk jumlah yang tidak diketahui sebagai akibat aktivitas yang telah terjadi. Kondisi yang menyebabkan adanya kewajiban bersyarat :

a. Terdapat kemungkinan pembayaran dimasa datang kepada pihak ketiga akibat kondisi saat ini

b. Terdapat ketidakpastian atas jumlah pembayaran di masa datang

c. Hasilnya akan ditentukan oleh peristiwa di masa datang

2. TIGA TINGKAT KEMUNGKINAN (FASB 5) :

a. Tinggi (probable) peristiwa mendatang mungkin terjadi.

b. Sedang (reasonably possible) kemungkinan terjadi lebih besar dari remote tetapi lebih kecil dari probable.

c. Rendah (remote) kesempatan terjadinya peristiwa di masa datang rendah.

Apabila potensi kerugian tinggi dan jumlah kerugian dapat diestimasi, kerugian tersebut diakui dan dimasukkan dalam laporan keuangan. Pengungkapan dalam catatan kaki diperlukan kalau jumlah potensi kerugian tidak dapat diestimasi dengan memadai atau kalau kemungkinan terjadi sedang. Potensi kerugian rendah tidak perlu akrual maupun pengungkapan.Catatan kaki menguraikan sifat kewajiban bersyarat tersebut seluas yang diketahui dan pendapat penasehat hukum atau manajemen atas hasil yang diharapkan.

3. KEWAJIBAN BERSYARAT yang merupakan kepentingan utama auditor :

a. Pending litigation atas paten,kewajiban produk,atau tindakan lain

b. Perselisihan mengenai pajak penghasilan

c. Garansi barang

d. Wesel tagih didiskontokan

e. Jaminan atas kewajiban pihak lain

f. Saldo yang belum digunakan dalam letter of credit yang outstanding

4. PROSEDUR AUDIT YANG LAZIM DIGUNAKAN UNTUK MENCARI KEWAJIBAN BERSYARAT:

a. Tanya jawab dengan manajemen (lisan atau tulisan) mengenai kemungkinan kewajiban bersyarat yang belum dicatat

b. Telaah surat ketetapan pajak untuk melihat penyelesaian perselisihan atas pajak penghasilan

c. Telaah notulen rapat direksi, komisaris, pemegang saham atas adanya indikasi tuntutan atau kewajiban lain

d. Analisa beban hukum untuk periode yang diaudit dan telaah faktur dan pernyataan dari penasehat hukum atas adanya indikasi kewajiban bersyarat khususnya tuntutan dan penetapan pajak yang ditunda

e. Dapatkan konfirmasi dari seluruh pengacara utama mengenai status kewajiban bersyarat

f. Telaah kertas kerja yang ada mengenai informasi yang menunjukkan potensi hal bersyarat

g. Dapatkan letter of credit dekat tanggal neraca dan konfirmasi saldo yang digunakan maupun belum

5. Prosedur utama untuk mengungkapkan kewajiban bersyarat adalah surat konfirmasi dari penasehat hukum klien yang memberitahukan auditor atas perkara yang tertunda atau informasi lain yang melibatkan penasehat hukum yang relevan kepada pengungkapan laporan keuangan. Sifat dari penolakan pengacara untuk memberitahukan auditor informasi lengkap mengenai kewajiban hukum dibagi menjadi dua kategori :

a. Penolakan akibat tidak adanya pengetahuan mengenai hal yang melibatkan kewajiban bersyarat

b. Penolakan untuk mengungkapkan informasi karena dipertimbangkan sebagai informasi yang rahasia

6. Pengacara menolak menyediakan informasi kepada auditor mengenai tuntutan yang secara material ada (asserted claims) atau unasserted claims, laporan audit harus dimodifikasi untuk mencerminkan tidak tersedianya bahan bukti. Surat konfirmasi standar dari pengacara harus mencakup informasi :

a. Daftar perkara tertunda yang material,klaim,atau penetapan yang telah melibatkan pengacara

b. Daftar klaim material yang belum didaftarkan dan taksirannya

c. Permintaan informasi mengenai perkembangan masing-masing klaim, kemungkinan hasil yang tidak menguntungkan dan estimasi jumlah potensi kerugian

d. Permintaan pernyataan bahwa daftar klien telah lengkap

e. Pernyataan tangungjawab pengacara untuk memberitahukan manajemen apabila dalam pertimbangan pengacara terdapat masalah hukum yang memerlukan pengungkapan dalam laporan keuangan

f. Permintaan identifikasi dan menguraikan alasan atas adanya pembatasan jawaban pengacara.

7. Auditor menyimpulkan bahwa terdapat kewajiban bersyarat maka harus mengevaluasi signifikansi dari potensi kewajiban dan sifat pengungkapan yang diperlukan dalam laporan keuangan.

8. Auditor mempunyai tanggungjawab untuk menelaah transaksi dan peristiwa yang terjadi setelah tanggal neraca untuk menentukan apakah terjadi sesuatu yang mempengaruhi penilaian atau pengungkapan atas laporan keuangan yang diaudit. Tanggungjawab auditor dibatasi untuk periode yang diawali tanggal neraca dan berakhir pada tanggal laporan audit.

9. JENIS-JENIS PERISTIWA KEMUDIAN antara lain :

a. Peristiwa kemudian yang mempunyai dampak langsung terhadap laporan keuangan dan memerlukan penyesuaian.

Peristiwa kemudian yang memerlukan penyesuaian atas saldo perkiraan dalam laporan keuangan periode berjalan jika jumlahnya material :

1) Pengumuman pailit pelanggan

2) Penyesuaian perkara hukum dengan jumlah yang berbeda dari jumlah yang dicatat dalam buku

3) Pelepasan peralatan yang tidak digunakan dalam operasi pada harga dibawah nilai buku saat ini

4) Penjualan investasi pada harga dibawah harga perolehan yang dicatat

b. Peristiwa yang tidak berdampak langsung terhadap laporan keuangan tetapi pengungkapannya dianjurkan.

Peristiwa ini cukup diungkapkan dengan menggunakan catatan kaki, namun bila signifikan dibuat pelengkap laporan keuangan historis berupa laporan yang memperhitungkan dampak peristiwa tersebut seandainya telah terjadi pada tanggal neraca

Transaksi yang terjadi dalam periode berikutnya yang memerlukan pengungkapan dan bukan penyesuaian dalam laporan keuangan :

1) Penurunan dalam nilai pasar efek-efek yang disimpan sebagai investasi sementara atau penjualan kembali efek-efek

2) Penerbitan obligasi atau efek-efek ekuitas

3) Penurunan nilai pasar persediaan sebagai konsekuensi tindakan pemerintah yang menghalangi penjualan barang

4) Kerugian persediaan yang tidak diasuransikan akibat kebakaran

10. PROSEDUR AUDIT UNTUK MENELAAH PERISTIWA KEMUDIAN:

a. Prosedur terpadu sebagai bagian dari verifikasi atas saldo perkiraan akhir tahun meliputi pengujian pisah batas dan penilaian yang dilakukan sebagai bagian dari pengujian terinci atas saldo.

b. Prosedur yang dilaksanakan secara khusus dengan tujuan menemukan transaksi atau peristiwa yang harus diakui sebagai peristiwa kemudian, untuk dimasukkan dalam saldo perkiraan tahun berjalan atau diungkapkan dengan catatan kaki

Auditor menentukan bahwa peristiwa kemudian yang penting terjadi setelah pekerjaan lapangan selesai,tetapi sebelum laporan audit diterbitkan.

11. PENGUMPULAN BAHAN BUKTI AKHIR meliputi :

a. Prosedur analitis akhir, digunakan sebagai bagian perencanaan audit, pelaksanaan dan penyelesaian audit.

b. Evaluasi atas asumsi kelangsungan hidup, auditor mengevaluasi apakah terdapat keraguan mengenai kemampuan klien menjaga kelangsungan hidup paling tidak satu tahun setelah tanggal neraca

c. Surat pernyataan klien, auditor perlu mendapatkan surat pernyataan yang mendokumentasikan pernyataan lisan manajemen terpenting sepanjang audit. Penolakan menandatangani surat pernyataan menyebabkan pemberian pendapat dengan pengecualian atau pernyataan tidak memberikan pendapat.

d. Informasi lain dalam laporan tahunan. Dalam PSA 44 informasi lain adalan yang bukan bagian dari laporan tahunan tapi diterbitkan bersamanya.

12. TUJUAN SURAT PERNYATAAN MANAJEMEN :

a. Mengingatkan manajemen akan tanggungjawab mengenai asersi dalam laporan keuangan

b. Mendokumentasikan tanggapan manajemen atas pertanyaan mengenai berbagai aspek dari audit

c. Informasi lain dalam laporan tahunan

13. MENGEVALUASI HASIL

Aspek dari evaluasi :

a. Kecukupan bahan bukti untuk menentukan apakah seluruh aspek penting telah secara cukup diuji setelah mempertimbangkan situasi penugasan dengan menggunakan Check list penyelesaian penugasan .

b. Bahan bukti yang mendukung pendapat auditor mencatat jejak kekeliruan dan menggabungkannya , biasanya digunakan metode neraca lajur kekeliruan yang tidak disesuaikan atau ikhtisar penyesuaian yang mungkin .

c. Pengungkapan laporan keuangan auditor menggunakan daftar periksa pengungkapan laporan keuangan dan harus ditambah dengan pengalaman dalam akuntansi .

d. Menelaah kertas kerja, Tujuannya :

1) Mengevaluasi pelaksanaan staf yang belum berpengalaman

2) Meyakinkan bahwa audit memenuhi standar pelaksanaan kantor akuntan publik.

3) Menetralkan kepemihakan yang seringkali masuk kedalam pertimbangan auditor .

e. Penelaahan Independen, tim audit harus dapat membenarkan bahan bukti yang dikumpulkan dan kesimpulan yang ditarik berdasarkan situasi tertentu dari penugasan .

14. KOMUNIKASI DENGAN KOMITE AUDIT DAN MANAJEMEN .

a. Mengkomunikasikan ketidakberesan dan tindakan melawan hukum. Dalam PSA 32 diwajibkan tanpa memperhatikan materialitas , tujuannya untuk membantu komite audit dalam melaksanakan peranan supervisi atas laporan keuangan yang andal .

b. Mengkomunikasikan kondisi SPI yang dapat dilaporkan .

c. Komunikasi lain dengan komite audit. PSA 48 meminta untuk semua penugasan dari BAPEPAM dan audit lain dimann terdapat komite audit atau badan yang sejenis yang unsurnya meliputi :

1) Tanggung jawab auditor yang meliputi ; untuk mengevaluasi SPI dan konsep keyakinan memadai .

2) Pokok-pokok kebijakan akuntansi yang dipilih dan diterapkan .

3) Penyesuaian laporan keuangan yang signifikan .

4) Ketidaksepakatan dengan manajemen yang meliputi ruang lingkup,penerapan prinsip akuntansi, kalimat laporan

5) Kesulitan dalam melaksanakan audit .

d. Surat kepada manajemen untuk memberikan rekomendasi akuntan publik untuk memperbaiki usaha klien .

15. PENEMUAN FAKTA KEMUDIAN

Auditor sebaiknya meminta klien menerbitkan dengan segera laporan keuangan yang direvisi yang berisi penjelasan mengenai alasan revisi tersebut .Kalau laporan keuangan periode berikutnya telah selesai sebelum laporan revisi diterbitkan dapat diungkapkan laporan periode berikutnya ., kalau berhubungan dengan publik harus memberitahukan BAPEPAM . Jika klien menolak auditor harus memberitahu dewan direksi dan komisaris. Penemuan fakta kemudian yang memerlukan penerbitan kembali bukan berasal dari kejadian yang terjadi setelah tanggal laporan auditor

23. AUDIT ATAS SALDO KAS

1. Jenis-jenis akun kas

a. Akun kas umum

b. Akun gaji impres → dibentuk untuk melakukan pembayaran gaji dan upah

c. Akun bank cadangan → serupa dengan akun kas umum, namun pada tingkat cabang

d. Dana kas kecil impres → digunakan untuk pengeluaran tunai yang nilainya kecil

e. Setara kas → bersifat investasi jangka pendek, siap dikonversi menjadi kas dalam jangka pendek, dan tidak ada resiko perubahan nilai/bunga yang signifikan

2. Kecurangan/penyelewengan kas

a. Lapping, yaitu proses penggelapan kas oleh pemegang kas dengan melakukan pinjaman tanpa persetujuan pejabat ybs dengan mengundur pencatatan penerimaan kas

Unsur:

1) penerimaan kas tidak dicatat

2) penerimaan yang tidak dicatat diambil pemegang kas

3) gali lubang tutup lubang à diisi kembali setelah ada penerimaan berikutnya

b. Kitting, bentuk window dressing dengan tujuan menutup kekurangan kas

cara: menarik cek dari rekening perusahaan pada suatu bank sebelum terjadi kliring, dan menyetorkannya ke bank lain, biasa dilakukan akhir bulan. à kedua rekening menunjukkan saldo yang lebih besar.

3. Metodologi audit kas akhir tahun

a. Tentukan materialitas dan tetapkan AAR dan IR untuk kas di bank

b. Tetapkan CR untuk kas di bank

c. Rancang dan laksanakan pengujian substatif atas transaksi dan prosedur analitis untuk beberapa siklus

d. Rancang dan laksanakan prosedur analitis untuk kas di bank

e. Rancang pengujian rinci atas saldo kas

4. Faktor yang mempengaruhi audit kas akhir

a. Walau saldo kas tidak terlalu besar, namun jumlah mutasinya umumnya lebih besar dari akun lainnya

b. Kas adalah aset yang paling rawan dicuri

5. PENGENDALIAN INTERNAL

a. Pengendalian atas siklus transaksi yang mempengaruhi penerimaan dan pengeluran kas

b. Rekonsiliasi bank yang independen

6. PROSEDUR ANALITIS

a. Membandingkan saldo akhir pada rekonsiliasi bank, setoran dalam perjalanan, cek-cek yang masih beredar, dan pos-pos rekonsiliasi lainnya dengan tahun sebelumnya.

b. Membandingkan saldo kas dengan bulan sebelumnya

7. PROSEDUR AUDIT SALDO KAS AKHIR TAHUN.

a. Penerimaan konfirmasi bank à secara langsung

b. Penerimaan suatu Rekening koran bank pada titik pisah batas

Tujuan: untuk memverifikasi pos rekonsiliasi bank klien akhir tahun dengan bahan bukti yang tidak dapat diakses oleh klien.

Pelaksanaan pembuktian dalam bulan sesudah tanggal neraca dengan cara :

1) Menjumlah semua cancelled check, memo debit, setoran & memo kredit

2) Mencek utk melihat bhw laporan bank akan seimbang jk dilakukan penjumlahan ke bawah

3) Menelaah pos dalam penjumlahan untuk memastikan bhw semuanya telah dibatalkan bank dalam periode yang sesuai & tidak mengadakan penghapusan2 atau pengubahan2.

c. Pengujian atas rekonsiliasi bank

Tujuan: untuk memverifikasi apakah saldo bank klien yang tercatat berjumlah sama dengan kas sebenarnya yang ada di bank kec untuk setoran dalam perjalanan. cek yang beredar, & pos penyesuaian lainnya. Dalam pengujian rekonsiliasi, rekening koran bank pisah batas menyediakan info untuk pelaksanaan tes.

1) Verifikasi perhitungan matematis rekonsiliasi bank

2) Telusuri saldo rekening koran/konfirmasi bank pisah batas menurut bank pada rekonsiliasi bank;

3) Telusuri cek yang termasuk dalam laporan bank pisah batas thd daftar cek yang beredar pada rekonsiliasi bank & thd buku pengeluaran kas.

4) Selidiki semua cek dengan jumlah yang signifikan yang termasuk dalam daftar cek yang beredar yang blm dikliring pada laporan pisah batas.

5) Telusuri setoran dalam perjalanan s/d laporan berikutnya. Seluruh penerimaan kas yang blm disetorkan ke bank pada akhir tahun harus ditelusuri ke laporan pisah batas untuk meyakinkan bahwa semuanya disetorkan segera setelah awal tahun baru.

6) Hitung semua pos rekonsiliasi lainnya dalam rekening koran bank & rekonsiliasi bank.

8. Prosedur Berorientasi Fraud

  1. Pengujian yang diperluas atas rekonsiliasi bank

Yakni untuk memverifikasi apakah semua transaksi yang dimasukkan dalam buku untuk bulan terakhir tahun ybs telah dimasukkan/dikeluarkan dari rekonsiliasi bank & untuk memverifikasi apakah semua pos pada rekonsilasi bank telah dimasukkan dengan benar.

1) Memulai dengan rekonsiliasi bank untuk bulan Nov & membandingkan seluruh pos rekonsiliasi dengan cancelled check & dokumen lain pada laporan bank bulan Des

2) Semua sisa cancelled check & slip setoran dalam laporan bank bulan Des dibandingkan dengan jurnal pengeluaran dan penerimaan kas bulan Des.

3) Semua pos yang belum selesai dalam rekonsiliasi bank bulan Nov & jurnal pengeluaran serta penerimaan bulan Des harus masuk rekonsiliasi 31 Des dari klien

4) Pos rekonsiliasi dalam rekonsiliasi 31 Des harus merupakan pos dari rekonsiliasi bank bulan Nov & jurnal Des yang blm diselesaikan oleh bank.

  1. Pembuktian kas à pembuktian kas empat kolom

1) Rekonsiliasi saldo laporan bank dengan saldo buku besar periode pembuktian kas

2) Rekonsiliasi penerimaan kas yang disetor dengan buku penerimaan kas untuk suatu periode tt

3) Rekonsiliasi cek yang dibatalkan yang diselesaikan bank dengan jurnal pengeluaran kas untuk periode tertentu

4) Rekonsiliasi saldo laporan bank dengan so buku besar pada akhir periode pembuktian kas.

Manfaatnya guna menetapkan apakah :

1) Semua penerimaan kas yang tercatat telah disetorkan

2) Semua setoran di bank dicatat dalam pembukuan

3) Semua pengeluaran kas yang tercatat dibayarkan oleh bank

4) Semua jumlah yang dibayar olehbank telah dicatat.

Pembuktian kas tidak bermanfaat untuk :

1) mengungkapkan cek yang ditulis dengan jumlah yang salah, cek yang tidak sah/kesalahan lain di mana jumlah rupiah yang tampak pada cat pengeluaran kas ternyata salah

2) Menemukan pencurian penerimaan kas /catatan & setoran jumlah kas yang tidak tepat.

c. Pengujian untuk kitting

Mencatat semua tranfer bank yang dilakukan bbrp hari sebelum & sesudah tanggal neraca & menelusuri masing-masing ke cat akunt untuk dicatat dengan semestinya.

Pertimbangan: sifat kelemahan SPI dan fraud akibatnya, materialitas potensial fraud dan prosedur yang paling efektif mencakup: konfirmasi A/R, pengujian lapping, penelahaan BUKU BESAR akun kas untuk pos Luar Biasa, penelusuran dari order pelanggan ke penjualan & penerimaan kas berikutnya, pemeriksaan persetujuan serta dokumen pendukung untuk A/R yang diragukan & return serta pengurangan penjualan.

9. AUDIT ATAS AKUN GAJI IMPRES

a. Dapat dilaksanakan dengan cepat apabila rekening gaji dan upah impres, serta rekonsiliasi yang independen atas akun gaji impres.

b. Pos yang perlu direkonsiliasi à cek-cek yang beredar

c. Dokumen yang diperlukan à rekonsiliasi bank, konfirmasi bank, laporan pisah batas

d. Prosedur penting à uji pengendalian dan uji substantif atas transaksi

10. AUDIT ATAS AKUN KAS KECIL

a. Jumlahnya tidak material namun selalu diperiksa dalam audit, karena kemungkian kecurangan dan permintaan klien.

b. Pengendalian internal à tanggung jawab pada 1 orang, penggunaan terpisah dari aktivitas lain, ada batasan jumlah, ada aturan tegas tentang penggunaannya.

Prosedur pentingà uji pengendalian, uji substantif atas transaksi