Tuesday, January 18, 2011

bab 10 PENGENDALIAN INTERNAL DAN RISIKO KENDALI

1. tiga tujuan utama desain internal kontrol yang efektif

Kepentingan klien

a. Keandalan laporan keuangan

b. Mendorong efisiensi dan efektifitas operasional

c. Ketaatan kepada hukum dan peraturan


Kepentingan auditor

a) Keandalan pelaporan keuangan

b) Penekanan pada pengendalian atas golongan transaksi.


2. Tanggung jawab managemen : Menetapkan dan melakukan pengendalian usaha, bertanggung jawab dalam penyajian laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum

a) Keyakinan memadai : struktur pengendalian intern seharusnya memberikan keyakinan memadai bahwa laporan keuangan disajikan secara wajar

b) Keterbatasan bawaan : Efektifitas struktur pengendalian intern tergantung pada kompetensi sumber daya manusia. Struktur pengendalian intern selalu memiliki risiko pengendalian

c) desain pengendalian internal
d) efektifitas operasi dari pengendalian
e) Metode pemrosesan data : Perhatikan perbedaan utama antara sistem akuntansi sederhana dan mikro komputer dengan menggunakan perangkat lunak yang dibeli perusahaan kecil dengan sistem EDP yang komplek bagi usaha manufaktur internasional.

4. COSO Elemen struktur pengendalian intern

a) Lingkungan pengendalian :

- penilaian resiko (risk assessment): identifikasi manajemen dan analisis dari resiko yang relevan kepada persiapan laporan keuangan terhadap GAAP

- pengendalian aktivitas (control activities)

-informasi dan komunikasi

- monitoring

b) Penetapan risiko managemen

c) Sistem informasi dan komunikasi akuntansi

d) Aktifitas pengendalian

e) Pemantauan.

5. Sub elemen lingkungan pengendalian

a) Integritas dan nilai-nilai etika.

b) Komitmen terhadap kompetensi.

c) Falsafah managemen dan gaya operasi.

d) Struktur organisasi.

e) Dewan komisaris dan komite audit.

f) Pelimpahan wewenang dan tanggung jawab.

g) Kebijakan dan prosedur kepegawaian.

6. Penetapan risiko oleh managemen

Managemen menetapkan risiko sebagai bagian dari desain dan operasi struktur pengendalian intern, untuk meminimalkan salah saji dan ketidakberesan. Auditor menetapkan risiko untuk memutuskan bahan bukti yang dibutuhkan dalam audit. Jika managemen secara efektif menilai dan bereaksi terhadap risiko, auditor biasanya mengumpulkan lebih sedikit bahan bukti.

7. Sistem akuntansi

Kegunaaan sistem akuntansi adalah untuk mengidentifikasikan, menggabungkan, mengklasifikasikan, menganalisa, mencatat dan melaporkan transaksi, dan untuk mengelola akuntabilitas atas aktiva terkait.

8. Prosedur pengendalian (control activities)

a. Pemisahan tugas yang cukup

b. Otorisasi yang pantas atas transaksi dan aktivitas

c. Dokumen dan catatan yang memadai

d. Pengendalian fisik atas aktiva dan catatan

e. Pengecekan independen atas pelaksanaan.

9. Pemantauan (monitoring) merupakan penilaian efektifitas rancangan dan operasi struktur pengendalian intern secara periodik dan terus menerus oleh manajemen.

10. Pentingnya memahami struktur pengendalian intern untuk perencanaan audit.

a. Auditability : yaitu mendapat informasi yang cukup memuaskan mengenai integritas managemen dan sifat dan luas catatan akuntansi.

b. Potensi salah saji yang material, dengan mengidentifikasi jenis kekeliruan dan ketidakberesan yang potensial.

c. Risiko penemuan yaitu menetapkan risiko pengendalian bagi setiap tujuan pengendalian, yang selanjutnya mempengaruhi risiko penemuan yang direncanakan.

d. Perancangan pengujian yaitu memungkinkan auditor untuk merancang pengujian saldo laporan keuangan yang efektif.

11. Pemahaman struktur pengendalian intern untuk rancangan dan operasi

a. Rancangan berbagai kebijakan dan prosedur dalam masing-masing elemen SPI.

b. Operasi dari elemen-elemen SPI.

12. Penetapan dan keputusan

a. Menetapkan apakah laporan keuangan dapat diaudit

b. Menetapkan tingkat risiko pengendalian yang didukung oleh pemahaman yang diperoleh

c. Menetapkan apakah diharapkan tingkat risiko pengendalian yang lebih rendah dapat didukung

d. Memutuskan tingkat risiko pengendalian yang ditetapkan yang pantas untuk digunakan.

13. Risiko penemuan dan rencana pengujian atas saldo laporan keuangan

Jika tingkat risiko pengendalian yang ditetapkan ada dibawah maksimum, hal ini akan didukung oleh pengujian atas pengendalian yang spesifik. Penetapan ini kemudian dikaitkan dengan tujuan spesifik audit untuk akun-akun yang dipengaruhi oleh transaksi utama. Tingkat penemuan yang sesuai untuk setiap tujuan audit spesifik ditentukan kemudian dengan memakai model risiko audit.

14. Prosedur untuk memperoleh pemahaman

a. Pengalaman auditor dalam periode sebelumnya atas satuan usaha tersebut

b. Tanya jawab dengan pegawai klien

c. Kebijakan dan pedoman sistem klien

d. Inspeksi dokumen dan catatan

e. Pengamatan atas aktivitas dan operasi satuan usaha.

15. Dokumentasi dari pemahaman

a. Deskripsi naratif adalah deskripsi tertulis dari struktur pengendalian intern klien.

b. Bagan arus adalah menggambarkan dengan simbol, diagram atas dokumen klien dan urutan arus dalam organisasi.

c. Kuesioner pengendalian intern yang menanyakan satu rangkaian pertanyaan mengenai pengendalian dalam tiap bidang audit, termasuk lingkungan pengendalian, sebagai alat auditor untuk mengindikasikan aspek struktur pengendalian intern yang mungkin tidak memadai.

16. Penetapan risiko pengendalian

Hal ini biasanya dilakukan terpisah untuk masing-masing jenis transaksi dalam masing-masing siklus operasi.

Identifikasi tujuan audit berkait transaksi yang dinyatakan dalam bentuk umum, bagi masing-masing jenis transaksi utama suatu satuan usaha.

Langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi kebijakan dan prosedur yang berperan dalam pencapaian masing-masing tujuan.

17. 5 langkah Identifikasi difisiensi dan evaluasi kelemahan

a. Identifikasikan pengendalian yang ada

b. Identifikasikan ketiadaan pengendalian kunci

c. Tentukan salah saji yang besar dan potensial yang mungkin dihasilkan

d. Pertimbangkan kemungkinan pengendalian pengganti.

e. putuskan apakah yang terjadi adalah defisiensi signifikan atau kelemahan material


18. Pengujian atas pengendalian

Apabila hasil pengujian atas pengendalian mendukung rancangan kebijakan dan prosedur pengendalian seperti yang diharapkan, auditor dapat terus menggunakan tingkat risiko pengendalian seperti yang direncanakan. Akan tetapi, apabila kebijakan dan prosedur tersebut tidak beroperasi secara efektif, tingkat risiko pengendalian yang ditetapkan tersebut harus dipertimbangkan kembali.

19.Prosedur pengujian atas pengendalian

a. Tanya jawab dengan pegawai suatu satuan usaha yang tepat

b. Pemeriksaan dokumen, catatan dan laporan

c. Pengamatan aktifitas berkenaan dengan pengendalian

d. Pelaksanaan ulang prosedur klien.

  1. Luas pengujian tergantung kepada tingkat risiko pengendalian yang ditetapkan.
20. proses pemahaman strusktur pengendalian dan penilaian resiko
a. memperoleh pemahaman dokumen dari internal control
naratif (deskripsi tertulis dari pengedalian internal klien), flowchart, daftar pertanyaan internal control
b. menilai resiko pengendalian
-identifikasi transaksi terkait dngn tujuan audit
- indentifikasi pengendalian terakhir
- asosiasikan pengendalian dngn transaksi yng terkait dng tujuan audit
-identifikasi dan evaluasi defisiensi pengendalian, defisiensi sginifikan, & kelemahan material
c. mendesain, melakukan dan mengevaluasi uji pengendalian
d. memutuskan deteksi resiko terencana

21. Jenis2 opini
a) unqualified opinion : no identified material weakness, no restriction
b) adverse : munculnya kelemahan material
c) qualified or disclaimer of opinion : pembatasan lingkup menyebabkan auditor harus mengeluarkan qualified atau disclaimer opinion

22. Identifikasi dan diskusi perbedaan yang paling penting dlm evaluasi dll
a. persyaratan pelaporan
b. perpanjangan internal control yang dibutuhkan
c. perpanjangan pemahaman yang dibutuhkan
d. penilaian resiko pengendalian
e. perpanjangan tes pemahaman yang dibutuhkan

No comments:

Post a Comment